Call Us Now

+6231 568 5639 / +6281 216 7979 95

Supplier Pipa

Selamat datang di www.supplier-pipa.com, kami menyediakan beragam produk pipa berkualitas dari Wavin, produsen pipa terbaik dari Eropa. Seperti produk Pipa HDPE ( Wavin Black ), Pipa PVC ( Wavin Lite, Wavin Standard, WavinSafe & WavinLok – standar SNI), dan Pipa PPR (Wavin Green Tigris). Keaslian produk yang kami tawarkan memberi jaminan kualitas dan usia pemakaian sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Kami juga menyediakan beragam asesoris asli, untuk proses fitting. Pilih produk sesuai dengan kebutuhan dan pecahkan beragam masalah perpipaan bersama kami.

NEWS IN BLOG

  • 4 Jenis Fitting Pipa HDPE Yang Perlu Anda Ketahui

    Pipa HDPE adalah jenis pipa yang terbuat dari bahan polietilen termoplastik yang sedang naik daun digunakan untuk masalah perpipaan baik untuk industri atau sistem saluran perkotaan, bahkan hingga kemasan makanan. Mengapa banyak digunakan? Karena pipa ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi di mana banyak keunggulan lebih dibandingkan pipa jenis lain dan ketahanannya luar biasa sehingga biaya maintenance pun tidak membutuhkan jumlah yang banyak dan terlalu sering.  Selain itu pipa HDPE memiliki izin dari WHO untuk digunakan terutama dalam hal distribusi air dan makanan karena tidak mengandung racun dan ramah lingkungan karena bisa didaur ulang. Penyambungan pipa HDPE dilakukan dengan metode heat fusion sehingga resiko kebocoran pada sambungan mencapai 0%. Berikut adalah 4 jenis fitting atau sambungan pada pipa HDPE.

     

    Butt fusion fitting

    Teknik penyambungan butt fusion adalah dengan mempertemukan kedua ujung pipa HDPE lalu kedua ujung pipa dipanaskan dengan pemanasan tekanan hidrolik. Terdapat dua jenis fitting pada metode butt fusion yaitu segmented fitting dan mold fitting.

    Segmented fitting (HDPE segmented butt fusion fitting)

    Fitting pada jenis ini adalah dengan memotong pipa HDPE lalu disambung kembali dengan bentuk fitting yang diinginkan. Untuk mendapatkan segmented fitting harus menggunakan mesin butt fusion khusus untuk jenis segmented. Keuntungan dari fitting ini adalah bentuk fittingnya bisa dibuat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pipa. Selain itu material fitting ini akan memperkuat sambungan pipa karena sama-sama terbuat dari bahan HDPE sehingga resiko kebocoran rendah. Harganya juga lebih ekonomis, namun kelemahannya adalah pembuatan fitting membutuhkan waktu yang lama dan bentuknya yang kurang menarik.

     

    Mold fitting (injection molded HDPE fitting)

    Berbeda dengan segmented fitting, mold fitting adalah fitting HDPE yang paling banyak digunakan karena sudah diproduksi oleh pabrik sehingga mudah mendapatkannya. Fitting jenis molded juga memiliki ketahanan yang kuat dan mutunya dijamin karena melewati proses quality check di pabrik. Kelemahan fitting ini adalah bentuknya yang tidak feksibel dan ada beberapa bentuk fitting yang sulit dicari karena produksinya sedikit. Namun untuk bentuk fitting yang lebih umum mold fitting mudah dicari dan bentuknya lebih menarik.

     

    Compression fitting

    Fitting jenis compression lebih banyak digunakan pada saluran perumahan. Fitting pipa HDPE ini tidak dapat menahan tekanan yang besar dan dapat pecah bila tekanannya terlalu besar. Hal ini dikarenakan bahan pembuat compression fitting bukanlah HDPE melainkan hanya drat poly prophylene (pp) saja untuk menyambungkan ujung pipa HDPE. Compression fitting sebaiknya hanya digunakan untuk pipa-pipa kecil berdiameter 50 sampa 90 mm untuk menyambungkan jaringan pipa HDPE.

     

    Electrofusion fitting

    Fitting yang menggunakan mesin elektrofusion untuk membuatnya ini adalah jenis fitting yang paling efektif tapi juga harganya paling mahal. Electrifusion fitting umumnya dipakai untuk pipa HDPE saluran gas untuk mencegah terjadinya kebocoran gas. Namun bukan berarti fitting ini tidak bisa digunakan untuk pipa salura lainnya. kelebihan dari fitting ini adalah sambungannya yang paling kuat karena tidak saja merekatkan pipa dari luar namun juga dari dalam dengan lilitan elemen pemanasnya. Pemasangannya juga sangat cepat dan mudah.

     

    Mechanical fitting

    Mechanical fitting adalah fitting yang cocok digunakan untuk pipa HDPE berukuran kecil dengan ukuran 3 inchi ke bawah. Menggunakan fitting mold atau fitting dengan pemanasan lainnya akan menimbulkan bekas pemanasan yang menonjol baik ke dalam maupun ke luar. Bila ukuran pipa yang dipanaskan terlalu kecil, maka tonjolan tersebut akan menutupi saluran sehingga ruang diameter semakin kecil. Pada umumnya mechanical fitting menggunakan mur atau baut untuk menyambungkan pipa.

     
  • Keunggulan Pipa High-Density Polyethylene (HDPE)

    Pipa HDPE adalah pipa yang terbuat dari high-density polyethylene atau polietilen termoplastik denga kerapatan tinggi. Pipa HDPE bersifat lentur namun kuat dan dapat didaur ulang dengan dilelehkan pada suhu tertentu dan dibentuk sesuai kebutuhan.

     

    HDPE dibuat dari bahan dasar minyak bumi dan permintaan akan materi ini semakin meningkat setiap tahunnya. Pipa HDPE mulai banyak digunakan sebagai saluran karena memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahan pembuat pipa lain.

     

    Bukan hanya dimanfaatkan untuk pipa saluran air, materi HDPE juga banyak digunakan sebagai tanki bahan bakar, kemasan detergen, kemasan susu, meja dan kursi lipat, saluran gas alam dan panas bumi, wadah berbagai bahan kimia, dan pembungkus kabel. Apa yang menyebabkan materi HDPE banyak dijadikan sebagai pipa saluran dan wadah lainnya?

     

    Bahannya bisa didaur ulang

    HDPE memiliki kode daur ulang nomor 2 yang berarti bisa didaur ulang dengan cara dibentuk ulang setelah mencapai titik leleh tertentu menjadi benda lain yang bermanfaat. Karena sifatnya yang bisa didaur ulang, maka HDPE adalah bahan yang ramah lingkungan. Selain itu limbah dari bahan ini juga tidak berbahaya dan bisa diuraikan.

     

    Tidak mengandung bahan berbahaya

    Pipa HDPE bersifat non toxic dengan kata lain tidak mengandung bahan yang bisa membahayakan manusia. Bahan HDPE tidak bereaksi kimia seperti karat pada besi atau pada logam lainnya. HDPE tidak mengalami oksidasi, atau terpengaruh oleh garam, asam, caustics, dan gas. HDPE telah mendapatkan persetujuan dari organisasi kesehatan PBB atau WHO , memenuhi standar International Standard Organization (ISO), dan juga SNI. Oleh karena itu banyak saluran air, peralatan kesehatan, serta tempat makanan menggunakan pipa HDPE.

     

    Awet dan tahan tekanan

    HDPE memiliki ketahanan yang sangat baik, dalam kondisi normal pipa HDPE bisa bertahan selama 40 hingga 50 tahun di dalam tanah. Pipa ini juga tahan menghadapi tekanan seperti gempa besar dan permukaan tanah Indonesia yang banyak pegunungan dan perbukitan.

     

    Fleksibel

    Pipa HDPE memiliki tekstur yang keras dan kuat namun tetap lentur sehingga mudah untuk dibengkokan disesuaikan dengan permukaan tanah. Bahan yang fleksibel juga meredam getaran pada saat gempa sehingga pipa ini tidak mudah bocor. Karena sifatnya yang fleksibel maka pemasangan pipa ini tidak membutuhkan thrust block atau penahan seperti pada jenis pipa lainnya yang kaku.

     

    Anti bocor

    Bahan HDPE memiliki kerapatan yang tinggi dan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan PVC. Oleh karena itu menggunakan HDPE sebagai pipa atau untuk tanki bahan cair lainnya, tingkat kebocoran air bisa mencapai titik nol. Dengan begitu, air yang terbuang percuma tidak akan terjadi dalam jangka waktu yang lama karena HDPE juga tahan menghadapi terpaan sinar matahari secara langsung. Penyambungan pipa HDPE dilakukan dengan pemanasan atau heat fusion sehingga lebih kuat dan tidak menimbulkan kebocoran seperti yang ditemukan pada sambungan pipa PVC atau pipa besi.

     

    Biaya instalasi rendah

     

    Dibandingkan dengan pipa besi, pipa HDPE lebih ringan sehingga tidak diperlukan alat berat untuk memasang pipa ini. HDPE juga bisa diproduksi batangan hingga sepanjang 12 meter atau lembaran dengan tebal mencapai 6 inchi. Ditambah dengan tidak diperlukannya penyambung pipa, maka biaya untuk instalasi pipa HDPE bisa ditekan. Harga pipa ini juga lebih ekonomis jika dibandingkan dengan pipa PVC atau pipa besi jika dilihat dari keunggulan dan ketahanannya dalam jangka waktu lebih lama daripada PVC dan besi.

  • Mengenal Macam Pipa PVC

    Pipa PVC atau dalam bahasa sainsnya adalah Poly Vinyl Chloride merupakan bahan pipa thermoplastic yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Pipa ini biasa kita sebut dengan sebutan pipa paralon padahal sebenarnya pipa ini adalah PVC sesuai dengan singkatan nama ilmiahnya. Pipa paralon ini biasa kita gunakan dalam membangun saluran air di rumah kita, terutama jika kita sedang dalam proses membangun rumah dari awal. Saluran air merupakan hal yang paling penting dalam sebuah proses pembangunan rumah karena sebagai rumah hunian, tentu saja kita akan membutuhkan air dan membutuhkan saluran juga untuk pembuangan air yang sudah tidak digunakan dalam keseharian kita.

     

    Akan tetapi, banyak dari kita yang tidak mengetahui tentang pipa paralon ini. Padahal dalam membeli dan dalam pemasangannya juga, kita memerlukan sedikit pengetahuan yang akan membantu kita menentukan pipa seperti apa yang cocok digunakan. Seperti yang banyak kita temui, pipa paralon ini mempunyai 2 macam warna yakni abu-abu dan putih. Dua warna ini merupakan warna yang paling banyak kita temui di pasaran. Apakah ada perbedaannya mengenai hal kualitas?

     

    Secara umum, warna pipa thermoplastic abu-abu dan putih tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dalam hal kualitas. Hanya saja, pipa putih akan memantulkan sinar matahari lebih baik sehingga lebih tahan dan tidak bengkok saat terkena matahari tapi mempunyai kelemahan tidak tahan terhadap lumut. Sedangkan pipa abu-abu tidak tahan terhadap sinar matahari karena menyerap panas matahari sehingga lebih mudah bengkok tetapi karena mengandung karbon black pada warna abu-abunya, pipa abu-abu lebih tahan terhadap lumur dibandingkan dengan pipa putih.

     

    Secara umum, pipa paralon yang banyak beredar di pasaran merupakan pipa impor sehingga standar kualitas yang digunakan adalah JIS atau Japanese Industrial Standard. Sedangkan untuk pipa yang digunakan oleh PDAM, adalah berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). menurut standar JIS tersebut, pipa PVC yang sering kita jumpai terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan diameter dan ketebalannya sehingga mempengaruhi peruntukkan dan penggunaan pipa yang tepat. Untuk ukuran panjang, ketiga jenis pipa ini sama, rata-rata mempunyai panjang 4 meter. Berikut ulasannya.

     

    Pipa AW

    Pipa pertama yang akan kita bahas yaitu AW merupakan pipa yang paling tebal di kelasnya dibandingkan dengan pipa paralon berstandar JIS yang lain. Karena ketebalannya, pipa ini mampu menahan tekanan hingga 10 kgf/cm2 sehingga biasanya digunakan untuk pipa saluran air yang berasal dari pompa air. Ukuran diameter pipa ini bermacam-macam mulai dari ½ inchi hingga 10 inchi bahkan lebih.

     

    Pipa D

    Pipa kedua mempunyai ketebalan yang lebih tipis dibandingkan dengan AW. Pipa ini hanya mampu menahan tekanan air hingga 5 kgf/cm2 sehingga jika kita paksakan pipa ini menjadi pipa pendistribusian air, pipa ini bisa jadi malah patah. Pipa D cocok untuk dijadikan pipa saluran pembuangan air yang tekanannya tidak terlalu besar. Ukuran pipa ini cenderung lebih besar yakni mulai dari 1 ¼ inchi hingga lebih dari 10 inchi.

     

    Pipa C

     

    Pipa C merupakan pipa yang paling tipis dibandingkan dengan pipa AW dan D sehingga tidak tahan terhadap tekanan. Karena karakteristiknya ini, pipa C biasanya hanya digunakan sebagai pelindung dalam pemasangan kabel listrik. Diameter mulai dari 5/8 inchi hingga 5 inchi menjadi range ukuran diameter pipa PVC C.

  • Cara Merawat Kelancaran Saluran Pembuangan

    Pipa pembuangan tersumbat
    Anda sering mengalami pipa limbah yang sering tersumbat di rumah? Entah itu wastafel ataupun pembuangan kamar mandi yang tak bisa digunakan karena mampet. Kondisi ini pastinya membuat Anda harus repot dengan beberapa genangan air dan kotoran yang mengotori kamar mandi ataupun wastafel. Apalagi jika tak ada orang yang terlalu berpengalaman dengan persoalan tersebut, tentunya harus menanti bantuan tukang ledeng agar bisa teratasi.

    Padahal, ada cara paling mudah guna mengatasi pipa atau saluran pembuangan yang tersumbat di rumah. Anda pun bisa menyelamatkan beberapa genangan air atau kotoran yang mungkin menjijikkan. Biasanya beberapa hal yang menyebabkan sumbatan pembuangan tersebut adalah sisa makanan ataupun sisa sabun. Cara sederhana yang biasa dilakukan bisa pula membantu melancarkan dan merawat saluran pembuangan Anda tetap baik kondisinya.

     

    Bahan alami yang digunakan

    Setidaknya, ada beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk merawat serta membersihkan wastafel serta kamar mandi, yakni

     

    Jus lemon
    Cara pertama ini memanfaatkan perasan jeruk lemon yang Anda miliki. Pertama-tama, sediakan jus lemon seperlunya serta baking soda untuk membuat ramuan tersebut. Campurkan kedua bahan dan aduk sampai tercampur secara merata. Setelah itu, tuangkan ke dalam pipa limbah atau pembuangan yang tengah tersumbat. Lakukan hal tersebut setiap pagi hari untuk merawat saluran pembuangan di rumah Anda. Dengan begini, Anda akan membantu mengikis kerak yang menempel pada aliran atau saluran pembuangan di rumah. Walaupun demikian, pastikan pula Anda selalu membersihkan wastafel dari sisa makanan untuk menghindari partikel makanan masuk ke dalam pipa pembuangan.

     

    Cuka
    Bila Anda menjumpai air tergenang pada wastafel atau saluran pembuangan, cobalah Anda mengambil cuka. Teteskanlah beberapa tetes cuka ke dalam pipa pembuangan wastafel tersebut. Lalu diamkan tetesan cuka tersebut sekitar 25 menit sampai dirasa kerak membandel terlepas. Setelah itu siramlah menggunakan air panas ke arah pipa pembuangan di rumah Anda. Jangan lupa, sediakan sebuah lidi untuk membantu Anda menghilangkan sisa kotoran pada pipa pembuangan. Gunakan lidi tersebut untuk membantu menghilangkan partikel kotoran dari saluran wastafel tersebut. Siram kembali dengan air panas sekali lagi hingga kotoran tersebut hilang dari saluran pembuangan. Lakukan berulang kali tahapan tersebut sampai pipa pembuangan Anda kembali lancar dan tidak mampet.

     

    Baking soda
    Hampir sama dengan beberapa cara di atas, cara kali inipun cukup mudah dilakukan sendiri. Anda hanya perlu menyediakan baking soda untuk mengatasi pipa pembuangan yang tidak lancar atau mampet. Pertama-tama, tuangkanlah air panas ke arah pipa pembuangan yang tersumbat tersebut. Biarkan guyuran air panas tersebut selama 20 menit sebelum Anda menuangkan baking soda. Lalu, taburkan bubuk baking soda tersebut ke arah pipa pembuangan dan diamkan selama 1 malam. Jika dirasa diperlukan, Anda bisa mencampurkan antara baking soda dengan cuka untuk mengatasi sumbatan tersebut. Keesokan harinya, tuangkanlah air panas ke arah saluran pembuangan untuk membuang sisa-sisa kotoran yang masih menempel.

     

    Kalau sudah begini, Anda bisa kembali menggunakan saluran pembuangan dengan nyaman tanpa takut tersumbat lagi. Pipa pembuangan adalah bagian terpenting dari sebuah rumahtangga untuk menjaga kebersihan serta kenyamanan di rumah Anda. Bayangkan saja, bagaimana tidak nyamannya jika terjadi genangan air yang menimbulkan bau busuk. Jadi, tetaplah jaga kebersihan pipa limbah dnegan tidak membuang partikel kotoran ke dalamnya yang bisa menyebabkan sumbatan.

Loading...